RESEP MAKANAN BAYI BUBUR WORTEL JAGUNG MANIS SUSU
BAHAN PILIHAN :
- 30 gram wortel segar
- 30 gram jagung manis segar, dipipil bijinya
- 30 ml air bersih
- 50 ml ASI atau susu formula
- Pertama Kukus bahan jagung manis dan wortel hingga matang.angkat
- Kemudian masukkan jagung dan wortel dalam blender, lalu blender dan tambahkan air secukupnya, sedikit demi sedikit
- Selanjutnya saringlah hasil blender menggunakan saringan.
- Terakhir Hasil saringan dicampur dengan ASI atau susu formula lalu aduk aduk sampai rata.
- Sajikan menu hidangan bayi ini kepada bayi kesayangan Anda.
Update terbaru beberapa menu sebulan, sehari, seminggu contoh makanan bayi dan minuman bayi untuk umur 6 bulan bergizi beserta gambar yang terdiri dari bubur bayi dan jus bayi sehat alami yang lengkap dengan resep masakan yang bisa dicoba oleh Bunda bikin sendiri di rumah ala rumahan.
RESEP BUBUR BROKOLI KENTANG
![]() |
| Gambar Resep Bubur Brokoli Kentang Untuk Bayi |
BAHAN :
- 60 gram kentang, kupas dan potong dadu
- 3 kuntum kecil brokoli
- 3 sdm air matang atau ASI
- Kukus kentang dan brokoli hingga empuk
- Setelah agak dingin, blender hingga lembut.
- Tuang ke mangkuk bayi, tambahkan air atau ASI untuk mengencerkan, aduk rata
- Siap untuk dihidangkan
RESEP BUBUR SUSU BERAS MERAH
![]() |
| Gambar Bubur Susu Beras Merah |
BAHAN :
- 40 gram beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak
- 250 gram kaldu kaki ayam
- 2 takar susu formula lanjutan, larutkan dalam 90 ml air hangat atau 100 ml ASI
- 20 gram pisang ambon, keruk dan haluskan.
- Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk
- hingga matang. Angkat.
- Tambahkan susu formula atau ASI, aduk rata. Tambahkan pisang, aduk kembali.
- Berikan pada bayi selagi hangat.
RESEP BUBUR ROTI APEL
![]() |
| Gambar Bubur Roti Apel |
BAHAN :
- 2 lembar roti tawar putih, iris dadu
- 80 ml susu formula cair
- 150 gram apel, iris dadu, rebus hingga lunak
- Campur roti tawar, susu formula, dan apel
- Masukkan ke dalam blender, haluskan hingga lumat. Tuang ke dalam mangkuk kecil
- Sajikan segera
RESEP SMOOTHIE PEPAYA
![]() |
| Gambar Smoothie Pepaya |
BAHAN :
- 50 gram papaya
- 30 cc air matang
- Masukkan papaya ke dalam blender, kemudian blender sampai halus.
- Sajikan segera.
RESEP BUBUR HIJAU
BAHAN :
- 2 sdm kacang hijau kupas, rendam selama 2,5 jam
- 5 lembar daun bayam
- 1 gelas air untuk merebus
- 80 ml air rebusan kacang hijau dan bayam
- Rebus kacang hijau hingga empuk ( 7 menit), masukkan bayam, teruskan memasak hingga bayam empuk (2 menit). Tiriskan kacang hijau dan bayam. Sisihkan 80 ml air rebusannya.
- Blender kacang hijau, bayam, dan 80 ml air rebusan hingga halus. Tuang ke mangkuk bayi.
RESEP MAKANAN BAYI 8 dan 9 BULAN PLUS
RESEP KENTANG KEJU PANGGANG
Kategori: Sayuran; Usia 9 bln+
BAHAN :
- 1 buah kentang, cuci dan sikat kulitnya sampai bersih
- 1 kuning telur
- 2 sdm keju parut
- 2 sdm air
- Panggang kentang sampai lunak (kira-kira 1 jam).
- Dinginkan.
- Ambil daging kentang, lalu haluskan.
- Campurkan kuning telor, keju dan air.
- Tuang pada wadah kecil yang tahan panas, lalu panggang sampai matang selama 15 menit.
RESEP SUP KRIM SAYUR
Kategori: Sayuran; Usia 8 bln+
Nutrisi Utama: Kalsium, Potasium & Beta-karotin
BAHAN :
- 1 batang wortel, kupas, potong-potong
- 1 genggam buncis, cuci bersih, potong ujungnya, buang serat di pinggirannya, potong-potong
- 2 buah kentang ukuran sedang, kupas, potong-potong
- 350 ml kaldu ayam
- 200 ml ASI/SUSU Formula
- Kukus wortel, buncis dan kentang masing-masing sampai matang.
- Campur sayuran lalu haluskan.
- Tambahkan kaldu ayam dan ASI.
TIPS & TRICKS :
8 Alasan Kenapa Harus Bikin Sendiri Makanan BayiMenurut situs kompas.com cara membuat makanan untuk bayi memang gampang-gampang susah, sehingga banyak ibu yang mungkin cenderung lebih memilih untuk membeli makanan untuk bayi dalam bentuk siap saji (instant) di mal atau supermarket ketimbang membuatnya sendiri.Membuat sendiri makanan bayi sebenarnya dapat menjadi langkah awal untuk Anda memastikan buah hati Anda mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya. Tidak perlu ragu untuk memulainya. Berikut ini adalah 8 rahasia yang harus para ibu ketahui ketika membuat makanan untuk bayi (Baby) mereka :
1. Memegang kontrol"Ketika Anda membuat makanan bayi Anda sendiri, Anda yang memutuskan apa yang saja yang boleh masuk ke dalamnya, sehingga Anda tahu bahwa makanan itu segar dan sehat," ucap Karen Ansel, juru bicara Akademi Gizi dan Diet dan penulis The Baby & Toddler Cookbook. Lebih lanjut Ansel mengatakan, makanan bayi yang dibuat sendiri rasanya pasti akan jauh lebih baik ketimbang yang dibeli di toko. Hal ini juga akan menjadi sebuah pengalaman yang lebih baik bagi Anda dan buah hati.
2. Lebih bergiziAnsel mengungkapkan, meskipun makanan bayi yang di beli di toko makanan dimasak pada suhu sangat tinggi untuk membunuh bakteri, dan tidak membunuh vitamin, tapi mungkin saja dapat mengubah kandungan mineral. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry, menunjukkan, makanan bayi yang tersedia di toko makanan mengadung kurang dari 20 persen tingkat mineral dan mikro-nutrisi yang direkomendasikan. Bahkan, banyak makanan bayi yang tersedia di toko juga mengandung zat tepung, aditif dan pengawet dan tidak menggunakan bahan organik, sehingga menghadapkan bayi Anda pada risiko kontaminasi pestisida berbahaya.
3. Banyak pilihanBeberapa makanan bayi memang menawarkan kombinasi menarik, tetapi ketika Anda membuatnya sendiri, Anda dapat memiliki lebih banyak pilihan bahan makanan. Anda juga dapat menciptakan beberapa variasi tekstur makanan. Ketika bayi memasuki usia 9 bulan, Anda dapat menambahkan berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk menambahkan rasa."Dengan mengekspos atau mengenalkan bayi semua rasa yang berbeda, bayi Anda akan menjadi pemakan yang lebih baik. Dengan tidak memberi bayi makanan yang sama secara berulang-ulang lidah mereka akan menjadi lebih fleksibel," jelas Ansel.
4. Bukan sesuatu yang merepotkanMembuat sendiri makanan bayi tidak harus memakan waktu lama. Jika Anda membuatnya dalam jumlah besar dan menyimpannya di dalam lemari es, Anda hanya akan menghabiskan beberapa jam setiap minggunya untuk menyiapkan makanan. Ketika usia bayi Anda 7 bulan, semua buah (kecuali apel) bisa diberikan dengan cara dihaluskan atau ditumbuk tanpa dimasak.
5. Mencegah bayi untuk memilih-milih makanan"Membuat sendiri makanan bayi, dapat mengurangi kemungkinan bayi tumbuh sebagai pemilih makanan (picky eater)," kata Huber. Sementara itu, Ansel menambahkan, selama orang tua terus memberikan bayi mereka berbagai macam variasi makanan, dalam jangka waktu panjang bayi akan menjadi pemakan yang baik dan tidak hanya menjadi penyuka satu jenis makanan tertentu saja.
6. Mengajar anak makan sayur"Kami tidak ingin sebuah negara penuh dengan anak usia 18 tahun yang tidak pernah menyadari bahwa mereka pernah makan brokoli sebelumnya," kata Catherine McCord, pendiri Weelicious.com. McCord menambahkan, jika Anda dapat membuat bayi merasa senang mengonsumsi buah dan sayuran, kedepannya dia akan dapat menikmatinya.
7. Waktu makan menjadi momen bahagia"Orang tua adalah pengaruh nomor satu dalam membentuk kebiasaan makan anak," kata Ansel. Ketika masa peralihan dari bayi menjadi balita, Anda dapat membuat beragam jenis makanan sehat untuk bayi sekaligus menghabiskan waktu bersama-sama dengan buah hati. Makan bersama dengan bayi Anda beberapa kali seminggu atau membiarkan dia memilih beberapa potong sayuran, akan menjadi lebih mudah untuk dia mencintai sayuran di kemudian hari.
8. Boleh membeli makanan asal jarangAnda mungkin tidak selamanya dapat membuat sendiri makanan untuk bayi Anda, jadi tidak masalah bila pada suatu waktu tertentu Anda berencana untuk membeli makanan bayi. Pastikan untuk membaca label, karena semua merek makanan memiliki kandungan yang sama dan sebisa mungkin carilah yang organik untuk menghindari pestisida.
Update Tambahan Tentang Standar Emas Makanan Bayi dan Anak
Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak. Penting harap diperhatikan!
Ada empat Standar Emas Nutrisi Bayi yang telah ditetapkan oleh WHO, yakni:
1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir dalan satu jam pertama, dilanjutkan dengan rawat gabung.
IMD merupakan program yang dianjurkan oleh pemerintah dimana setelah dilahirkan, bayi langsung diletakkan pada dada ibu dan dibiarkan menemukan sendiri puting susu ibunya, tanpa harus bayi disodorkan ke puting susu ibunya. Jadi dalam proses ini, bayi lah yang harus aktif dalam mencari puting susu ibu untuk menyusu, bukan ibu yang aktif menyusui bayinya.
Adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu akan memberikan kehangatan bagi bayi dan menghindarkan bayi dari risiko kematian akibat hipotermia/kedinginan. IMD penting karena memungkinkan bayi mendapatkan manfaat dari kontak kulit pertama dengan ibu, dimana bayi akan terpapar bakteri baik dari ibu yang tidak berbahaya dan bakteri tersebut kemudian membentuk koloni dalam usus bayi yang bertugas memerangi bakteri lainnya yang jahat.Dengan IMD, bayi akan mendapatkan kolostrum, cairan emas yang kaya akan zat kekebalan terutama IgA yang berfungsi melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan sangat penting untuk pertumbuhan usus.
Rawat gabung selama 24 jam sehari diperlukan untuk memastikan proses menyusui dimulai secara optimal. Dengan rawat gabung, ibu akan merasa tenang, tidur lebih nyenyak, tidak stres, dan mempercepat bonding antara ibu dan bayinya. Kondisi tenang ini akan membantu timbulnya oksitosin. Karena bayi selalu bersama-sama maka ibu dapat menyusui bayinya sesering mungkin sehingga bayi jarang menangis, banyak tidur dan berat badannya cepat naik. Dengan rawat gabung ibu juga dapat belajar merawat bayinya sendiri. Rawat gabung juga mengurangi kejadian infeksi nosokomial.tahap-tahap-IMD.
2. Memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan.
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI diketahui mengandung zat gizi yang paling sesuai kualitas dan kuantitasnya untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sejak lahir, bayi seharusnya hanya di beri ASI secara Ekslusif. Menyusui eksklusif diartikan bahwa bayi hanya menerima ASI saja dari ibu atau ASI perah, dan tanpa makanan minuman lainnya.
Manfaat ASI bagi bayi antara lain adalah :
- Dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan memberikan ASI pada bayi, maka sistem imun bayi akan meningkat dan bayi lebih kebal terhadap serangan penyakit dari luar.
- Mencegah Infeksi. Ini ada hubungannya dengan sistem imun bayi yang tinggi, jadi jika anak Bunda sering diberikan Asi secara ekslusif maka sistem kekebalan pada tubuh bayi juga akan semakin baik, sehingga bayi juga tidak akan mudah sakit.
- Sumber energi. ASI merupakan sumber energi bagi bayi.
- Meningkatkan kecerdasan. Jika bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi akan tercukupi nutrisi untuk otaknya. Sehingga semakin dia tumbuh dan berkmabang, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.
ASI merupakan makanan bayi kedua yang menyertai pemberian ASI. Makanan pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan pada bayi yang telah berusia 6 bulan atau lebih karena ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi. Pemberian makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan usia balita.
- Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair dan lembut seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan.
- Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat, namun tetap harus bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim.
- Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga atau makanan padat namun tetap mempertahankan rasa.Hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam dan berlemak. Pada masa ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget, atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.
Fungsi Makanan Pendamping ASI antara lain untuk mengenalkan jenis makanan baru, mencukupi kebutuhan nutrisi yang tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI, membentuk daya pertahanan tubuh dan perkembangan sistem imunologis terhadap makanan maupun minuman.
MPASI juga dapat melatih perkembangan bayi (motorik maupun emosional), karena bayi usia 6 bulan sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan yang telah didukung oleh perkembangan fisik seperti kekuatan leher dalam menopang kepala, sudah berusaha untuk duduk, sudah mulai mengigit benda yang digenggamnya. Bayi juga sudah mempunyai respon motorik halus dan kasar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar